Membuat FAQ di WordPress masih relevan pada 2026, tetapi tujuannya bukan lagi sekadar mengejar tampilan FAQ di hasil pencarian Google. FAQ yang disusun dengan tepat dapat membantu pengguna menemukan jawaban lebih cepat, memperjelas konteks halaman, melengkapi informasi yang belum terjawab, serta meningkatkan struktur dan pengalaman membaca konten. Karena kebutuhan setiap situs berbeda, implementasinya pun tidak harus menggunakan satu metode yang sama. Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari 4 cara membuat FAQ di WordPress, mulai dari blok Details tanpa plugin, Accordion bawaan WordPress, Kadence Accordion, hingga teks statis dengan struktur heading dan paragraph.
Tutorial ini dibuat dan didokumentasikan menggunakan WordPress versi 7.1. Nama menu, tampilan editor, dan beberapa opsi pengaturan dapat berbeda pada versi WordPress lainnya.
Cara Menentukan Pertanyaan untuk FAQ
Secara mendasar, FAQ adalah kumpulan pertanyaan dan jawaban yang disusun untuk mengantisipasi kebutuhan informasi pengguna secara proaktif. Dalam hierarki konten web, fungsi utamanya adalah mengurangi friksi navigasi, menjawab keberatan (objection handling), dan memberikan konteks tambahan pada konten utama tanpa merusak alur narasi. Menentukan daftar pertanyaan ini memerlukan strategi yang terukur agar implementasi teknisnya tepat sasaran.
Dari Mana Mendapatkan Pertanyaan FAQ?
Menyusun daftar pertanyaan tidak boleh dilakukan secara acak. Berikut adalah tiga pendekatan sistematis yang dapat digunakan secara terpisah maupun dikombinasikan:
Pendekatan Berbasis Data (Data-Driven)
Pertanyaan dikumpulkan langsung dari sumber interaksi nyata, seperti tiket support, kolom komentar, email pelanggan, atau isu yang sering dibahas dalam forum. Relevansinya sangat tinggi karena berakar dari kendala aktual pengguna akhir.
Pendekatan Berbasis Riset Kata Kunci (Search Intent)
Pertanyaan ditentukan berdasarkan data pencarian melalui fitur “People Also Ask” di Google atau tools analitik seperti Search Console dan Ahrefs. Pendekatan ini dapat membantu memperluas cakupan topik berdasarkan kebutuhan pencarian pengguna.
Pendekatan Berbasis Kelengkapan Konten (Content Void)
Pertanyaan dibuat untuk menutup informasi yang belum dijelaskan secara memadai dalam badan artikel. Informasi tersebut mungkin terlalu spesifik atau tidak relevan untuk dibahas panjang, tetapi tetap penting bagi sebagian pembaca.
Aspek Teknis yang Perlu Dipertimbangkan
Setiap metode pembuatan FAQ di WordPress menghasilkan struktur HTML dan perilaku front-end yang berbeda. Sebelum mengimplementasikan FAQ, evaluasi beberapa parameter berikut:
- Struktur HTML: Apakah komponen menggunakan elemen semantik native seperti <details>, struktur heading dan button, atau hanya teks statis?
- Performa: Apakah komponen membutuhkan aset atau mekanisme interaktivitas tambahan, atau dapat menggunakan kemampuan HTML dan browser secara native?
- Relevansi Schema Markup: FAQPage structured data dapat membantu mesin pencari memahami hubungan antara pertanyaan dan jawaban. Namun, Schema tidak menjamin FAQ akan mendapatkan rich result di Google dan harus sesuai dengan konten yang terlihat pada halaman.
- Aksesibilitas (a11y): Pastikan pertanyaan dapat dikenali sebagai elemen yang dapat diinteraksikan dan dapat digunakan melalui keyboard. Gunakan heading secara hierarkis dan hindari struktur interaktif yang membingungkan bagi pengguna screen reader.
- Kompatibilitas Tema: Perhatikan apakah tampilan akhir komponen dipengaruhi oleh styling tema atau dapat dikontrol secara independen.
Tutorial Teknis: 4 Metode Membuat FAQ di WordPress
Metode 1: Blok Details
Blok ini memanfaatkan elemen semantik HTML5 <details> dan <summary>. Ini adalah pendekatan sederhana karena perilaku buka-tutup menggunakan mekanisme native HTML sehingga tidak membutuhkan library accordion JavaScript khusus.
Langkah-langkah:
- Buka editor Gutenberg pada Post atau Page.
- Klik ikon “+” (Block Inserter) dan cari blok “Details”.
- Klik blok tersebut untuk menyisipkannya.
- Pada area Summary, ketik teks pertanyaan (bagian ini selalu terlihat).
- Pada area konten di bawahnya, ketik teks jawaban (tersembunyi hingga pengguna mengklik).
- Duplikasi blok untuk menambahkan pertanyaan berikutnya.
- Modifikasi warna latar atau garis tepi melalui panel pengaturan blok di sidebar kanan.

Catatan White: Blok detail tidak membutuhkan plugin tambahan dan menggunakan elemen HTML <details> dan <summary> untuk perilaku buka-tutup. Konten yang berada di dalam <details> tetap merupakan bagian dari HTML halaman dan dapat diakses ketika elemen dibuka.
Metode 2: Blok Accordion Bawaan WordPress
Blok Accordion pada WordPress menyediakan struktur untuk mengelompokkan beberapa pertanyaan dan jawaban dalam komponen accordion. Setiap item terdiri dari heading sebagai pemicu dan panel yang berisi konten jawaban.
Langkah-langkah:
- Akses editor Gutenberg dan klik ikon “+” (Block Inserter).
- Lakukan pencarian “Accordion” (atau “Akordeon”).
- Secara default, blok akan menampilkan penampung kosong. Klik pada placeholder judul untuk mengetik pertanyaan.
- Klik pada area konten di bawahnya untuk menyisipkan jawaban.
- Gunakan tombol “+” di dalam penampung blok utama untuk menambah item baru.
- Parameter visual dapat diatur melalui sidebar kanan, dengan hasil akhir yang juga dipengaruhi oleh styling tema.

Catatan White: Accordion menggunakan mekanisme interaktivitas WordPress untuk mengatur kondisi buka dan tutup panel. Tampilan akhirnya tetap dipengaruhi oleh styling block dan tema yang digunakan. Dari sisi aksesibilitas, struktur accordion yang menggunakan heading dan button memberikan hubungan yang lebih jelas antara pertanyaan sebagai pemicu dan panel jawaban. Tetap pastikan struktur heading yang digunakan sesuai dengan hierarki halaman.
Metode 3: Kadence Blocks Accordion
Jika Anda membutuhkan kontrol styling yang lebih luas, Kadence Blocks menyediakan Accordion dengan berbagai pengaturan tampilan dan opsi tambahan, termasuk dukungan FAQ Schema.
Langkah-langkah Ringkas:
- Pastikan plugin Kadence Blocks terinstal.
- Buka Gutenberg dan sisipkan blok “Accordion” dari kategori Kadence (berikon “K” biru).
- Input pertanyaan pada judul dan jawaban pada area konten sub-item.
- Gunakan panel Kadence di sidebar kanan untuk modifikasi presisi seperti border radius, custom SVG icon, palet warna independen, hingga tipografi spesifik.
- Jika membutuhkan FAQ Schema, aktifkan opsi FAQ Schema pada pengaturan Accordion Kadence.
Jika opsi FAQ Schema diaktifkan, Kadence dapat menghasilkan structured data berdasarkan pertanyaan dan jawaban yang dimasukkan ke dalam blok.
Catatan White: Hindari menghasilkan FAQ Schema yang sama dari beberapa sumber sekaligus. Jika Kadence sudah menghasilkan FAQPage structured data, periksa pengaturan plugin SEO yang digunakan agar tidak membuat markup FAQPage duplikat untuk konten yang sama.
Panduan Lengkap Kadence Accordion:
Untuk melihat struktur implementasi, optimasi kecepatan, dan pengaturan FAQ Schema otomatis secara mendalam, silakan pelajari panduan teknis spesifik di Tutorial Kadence Blocks: Cara Membuat FAQ dengan Accordion
Metode 4: Teks Statis memakai Heading dan Paragraph
FAQ tidak harus berbentuk accordion. FAQ pada dasarnya adalah kumpulan pertanyaan dan jawaban yang membantu pengguna menemukan informasi tertentu. Accordion hanyalah salah satu cara untuk menyajikannya. Jika pertanyaan dan jawaban perlu selalu terlihat, format heading dan paragraph dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Pada metode ini, pertanyaan menggunakan heading dan jawaban menggunakan paragraph. Format statis juga memiliki keunggulan dari sisi keterbacaan dan struktur konten karena pertanyaan dapat ditempatkan sebagai heading dan jawabannya langsung mengikuti heading tersebut.
Langkah-langkah:
- Buat blok Heading (H3) untuk setiap teks pertanyaan.
- Tepat di bawah setiap H3, tambahkan blok Paragraph untuk jawabannya.
- Ulangi pola tersebut untuk seluruh daftar pertanyaan Anda.

Menambahkan FAQ Schema (Opsional)
Jika menggunakan plugin SEO yang menyediakan FAQ block atau structured data, Anda dapat menggunakannya untuk menghasilkan FAQPage structured data. Isi pertanyaan dan jawaban harus sama dengan konten yang ditampilkan kepada pengguna.
Jangan menambahkan pertanyaan atau jawaban ke Schema yang tidak terdapat pada halaman. Structured data juga tidak menjamin halaman mendapatkan rich result atau posisi tertentu di hasil pencarian Google.
Tabel Perbandingan Metode Membuat FAQ di WordPress
Tabel ini memberikan matriks komparatif tanpa menjadikan satu metode sebagai pilihan absolut. Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan desain, interaksi, plugin, dan struktur konten.
| Metode | Interaksi | Plugin Tambahan | Styling | Schema | Cocok Untuk |
| Blok Details | Buka/tutup native | Tidak | Dasar – sedang | Manual | FAQ sederhana |
| Blok Accordion Core | Accordion interaktif | Tidak | Sedang | Manual | Banyak pertanyaan |
| Kadence Accordion | Accordion interaktif | Ya | Luas | Built-in | Desain custom |
| Heading + Paragraph | Tidak ada | Tidak | Mengikuti tema | Opsional | Konten yang selalu terlihat |
Metode Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Tidak ada satu metode FAQ yang paling baik untuk semua website. Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tampilan, interaksi, plugin, dan struktur konten.
| Kebutuhan | Metode yang Disarankan |
| FAQ sederhana tanpa plugin | Details |
| Membutuhkan accordion tanpa plugin tambahan | Accordion Core |
| Membutuhkan kontrol styling yang lebih luas | Kadence Accordion |
| Pertanyaan dan jawaban ingin selalu terlihat | Heading + Paragraph |
| Memprioritaskan implementasi HTML yang sederhana | Details |
| Membutuhkan FAQ Schema dari block | Kadence Accordion |
Untuk sebagian besar website, mulailah dari block bawaan WordPress sebelum menambahkan plugin. Details cocok jika Anda membutuhkan FAQ sederhana, sedangkan Accordion Core lebih cocok jika Anda ingin mengelola beberapa item dalam pola accordion. Kadence lebih masuk akal jika kebutuhan styling atau fitur tambahannya memang diperlukan. Sementara itu, gunakan heading dan paragraph jika jawaban penting untuk selalu terlihat tanpa interaksi tambahan.
Pertanyaan Umum tentang FAQ WordPress
FAQ Schema masih dapat digunakan untuk membantu mesin pencari memahami struktur pertanyaan dan jawaban pada halaman. Namun, jangan menggunakannya dengan ekspektasi bahwa FAQ akan otomatis mendapatkan tampilan khusus di Google. Structured data tidak menjamin munculnya rich result, sehingga prioritas utama tetap membuat FAQ yang benar-benar berguna bagi pengunjung.
Tidak. FAQ dapat dibuat dan digunakan tanpa Schema. Structured data bersifat opsional dan berfungsi memberikan informasi tambahan kepada mesin pencari mengenai struktur konten. Jika Anda menggunakan Schema, pastikan data tersebut sesuai dengan pertanyaan dan jawaban yang benar-benar terlihat pada halaman.
Ya. Konten dalam accordion tidak otomatis menjadi tidak dapat diakses mesin pencari hanya karena pada awalnya tersembunyi dari tampilan pengguna. Yang lebih penting adalah konten tetap tersedia dalam HTML halaman dan implementasinya tidak menyembunyikan informasi hanya untuk mesin pencari. Accordion dapat digunakan untuk menyajikan FAQ selama pertanyaan dan jawabannya tetap menjadi bagian dari konten halaman.
Kesimpulan
Keempat metode implementasi FAQ di ekosistem WordPress memiliki utilitas teknis yang berbeda. Keputusan sebaiknya dievaluasi berdasarkan kebutuhan interaksi, desain, struktur konten, dan penggunaan plugin.
Jika prioritas Anda adalah menjaga implementasi tetap sederhana tanpa plugin tambahan, Blok Details adalah pilihan yang logis. Untuk pengelolaan beberapa pertanyaan dalam format accordion tanpa plugin tambahan, Blok Accordion Core dapat digunakan. Jika membutuhkan kontrol visual yang lebih luas dan fitur seperti FAQ Schema bawaan, Kadence Accordion dapat menjadi pilihan. Terakhir, jika pertanyaan dan jawaban perlu selalu terlihat tanpa interaksi tambahan, gunakan pendekatan Heading + Paragraph.
Apa pun metode yang dipilih, buat FAQ berdasarkan kebutuhan informasi pengguna, bukan sekadar untuk menambahkan markup Schema. FAQ yang baik tetap harus memberikan jawaban yang relevan, jelas, dan benar-benar terlihat atau dapat diakses oleh pengunjung.





